24 Oktober 2020
23 Oktober 2020
21 Oktober 2020
Menjadi Narsum di kegiatan Vicon "Share Knowledge and Practice" bagi Guru SMK
Mendapatkan kesempatan untuk berbagi merupakan sebuah hal yang luar biasa, selain bisa membagikan pengetahuan, secara tidak langsung ilmu yang kita miliki akan ikut bertambah.
19 Oktober 2020
Sosialisasi Portal Rumah Belajar serta kegiatan PembaTIK di Radio Republik Indonesia
12 Oktober 2020
Hari Pertama : Minta Rekomendasi ke Kepala Dinas Pendidikan dan Ketua PGRI Kota Baubau
Hari pertama pelaksanaan kegiatan PembaTIK Level 4 tahun 2020, dimulai dengan mengunjungi Dinas Pendidikan kota Baubau dan langsung bertemu dengan Kepala Dinas Pendidikan, Bapak Abdul Karim, S.Pd.,M.Si. untuk meminta dukungan dan rekomendasi agar proses sosialisasi ke sekolah-sekolah utamanya di tingkat SD dan SMP dapat berjalan dengan lancar. Saya tidak datang sendiri, tapi bersama dengan teman sesama Sahabat Rumah Belajar yang sama sama lulus di PembaTIK level 4 tahun 2020 ini yaitu pak Hasmin.
Saat pertama kali masuk ke ruangan Kepala Dinas, rasanya agak canggung, karena saat itu kami tidak membawa berkas apapun. Hanya satu yang menjadi identitas kami yaitu Rompi Coklat Sahabat Rumah Belajar yang warna nya hampir sama dengan baru Dinas berwarna Khaki yang kebetulan kami pakai di hari senin. Mulailah pak Hasmin membuka pembicaraan untuk meminta solusi serta rekomendasi terkait kegiatan sosialisasi. Pada akhirnya dicapailah sebuah kesimpulan dengan total lokasi sosialisasi 10 sekolah yang terdiri dari 4 SMP dan 6 SD di lingkup Kota Baubau yaitu,
- SMP Negeri 12 Baubau
- SMP Negeri 14 Baubau
- SMP Negeri 15 Baubau
- SMP Negeri 5 Baubau
- SD Negeri 2 Wajo
- SD Negeri Waruruma
- SD Negeri Tomba
- SD Negeri 1 Bungi
- SD Negeri 1 Bone-Bone
- SD Negeri 2 Nganganaumala
Ini adalah tantangan yang sangat besar, mengingat batas waktu sosialisasi hanya sampai tanggal 21 Oktober 2020 (semoga tim Pusdatin dapat mengkoreksi kembali tanggal nya, karena coaching baru saja selesai tanggal 10 Oktober, yang seharusnya dilaksanakan sejak tanggal 18 September 2020), dan kami hanya berdua untuk dapat melakukan sosialisasi ke 10 sekolah ini. akhirnya kami simpulkan untuk berbagi tugas, sehingga saya akan melakukan sosialisasi di 4 SMP dan 1 SD, kemudian selebihnya akan di handle oleh pak Hasmin. Saat mengakhiri kunungan, kami foto-foto untuk dokumentasi kunjungan bersama Pak Kadis bersama Kabid SMP dan Kabid SD.
Tidak lupa setelah keluar dari kantor Dinas Pendidikan Kota Baubau, kami berfoto kembali di depan kantor Dinas Pendidikan Kota Baubau
Oh ya untuk sosialisasi ke 10 sekolah ini kami diarahkan untuk melakukan nya secara tatap muka, mengingat sekolah-sekolah tersebut berada di pinggiran kota, sehingga untuk penggunaan media online mungkin saja masih akan menemui berbagai kesulitan, baik jaringan maupun kemampuan guru tersebut. Tidak lupa untuk tetap menggunakan Protokol Kesehatan yang sudah ditetapkan.
Sepulang kami dari kantor Dinas Pendidikan Kota Baubau, dalam perjalanan, muncul ide dari pak Hasmin untuk sekalian berkunjung ke Ketua PGRI Kota Baubau, bapak Bariun, S.Pd, M.Pd untuk meminta saran, dukungan serta masukan untuk kegiatan sosialisasi ini. Alhamdulillah dapat sambutan baik, sehingga tugas kami bertambah untuk melakukan sosialisasi via tatap maya, dimana PGRI akan mewadahi kegiatan ini sehingga di akhir kegiatan akan diberikan e-sertifikat bagi guru yang mengikuti kegiatan ini. Tentu saja hal ini membuat kami senang sekaligus galau....harus menyelesaikan sosialisasi tatap muka ke 10 SD dan SMP, ditambah lagi sosialisasi Tatap Maya untuk maksimal 100 guru di setiap sesi sosialisasi via Zoom (FYI: Ketua PGRI mengusulkan sosialisasi ini dilakukan minimal 5 kali untuk guru di semua jenjang....sangat luar biasa).
Seperti biasa, setelah mendapatkan saran, masukan serta dukungan, kami sempatkan kembali untuk foto-foto bersama Ketua PGRI, Pak Bariun, S.Pd, M.Pd.
Permintaan rekomendasi sudah selesai, semua sangat mendukung, sehingga kami mendapat tugas yang lumayan menguras waktu dan tenaga, tinggal bagaimana Action nya nanti di lapangan. apakah kedepannya akan kolaborasi atau tetap akan berbagi tugas agar sosialisasi ini akan terlaksana dengan baik. Semoga kegiatan ini dilancarkan tanpa kendala berarti.
Baubau, 12 Oktober 2020
10 Oktober 2020
PembaTIK, sebuah sarana untuk mewujudkan Pembelajaran berbasis TIK yang lebih baik
Kegiatan PembaTIK adalah sebuah Pelatihan sekaligus kompetisi bagi guru-guru yang ingin mengasah kemampuan di bidang TIK, bahkan guru yang tidak memiliki latar belakang TIK atau kemampuan komputer dapat juga berpartisipasi di kegiatan ini, karena di kegiatan ini, guru-guru akan memperoleh banyak sekali pengetahuan tentang Teknologi Informasi dan Komunikasi.
Di awal mengikuti kegiatan ini, saya menganggap kegiatan ini hanyalah sebuah pelatihan tahunan yang dilakukan secara daring dan luring, dimana target utama saya mengikuti kegiatan ini adalah dapat diundang untuk pelatihan secara langsung di Ibukota atau minimal di tingkat provinsi, selain biaya perjalanan yang ditanggung oleh panitia, biasanya juga akan mendapat uang saku selama kegiatan...hmm lumayan untuk tambah tambah beli oleh-oleh untuk anak istri.
Mulailah saya mengikuti kegiatan ini dari level 1 yaitu Literasi. level dasar pengenalan perangkat TIK sampai ke cara kerja perangkat TIK. hal ini bukanlah hal baru bagi saya, selain karena setiap hari selalu bersentuhan dengan barang barang itu, bahkan mengajarkan juga ke siswa, juga karena latar belakang pendidikan saya adalah Teknik Informatika, dimana sejak kuliah pun sudah banyak mencoba-coba berbagai perangkat TIK. Saya bisa mencoba-coba perangkat TIK ini di Mall yang fokus menjual barang-barang teknologi, bahkan bisa mendapat banyak pengetahuan dengan cara bertanya kepada penjual nya tentang fungsi sebuah alat...
Kegiatan PembaTIK level 1 ini dilaksanakan di bulan April sampai Juli 2020. Kegiatan ini sudah diikuti oleh 71.492 guru di seluruh Indonesia, selanjutnya di Level 2, yaitu level Implementasi yang dilaksanakan di bulan Mei sampai Juli 2020, dimana peserta yang bisa mengikuti kegiatan level 2 ini adalah guru yang berhasil menyelesaikan tugas-tugas di level 1, dan yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 13.349... hmmm..lumayan signifikan selisih nya...itu berarti sangat banyak yang tereliminasi...
Level lanjutan berikutnya adalah Level 3 yaitu Kreasi, yang dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juli 2020, dimana level ini diikuti oleh 4.434 guru hasil seleksi dari level 2, ini juga lumayan banyak selisih nya, biasanya karena tantangan nya dianggap lebih besar karena harus mulai membuat sebuah karya konten pembelajaran, baik berupa video, maupun Multimedia Interaktif.
Dan akhirnya sampai pula pada tahap akhir di Level 4 yaitu level Berbagi yang rencana dilaksanakan pada bulan September sampai Oktober. Level ini diikuti oleh 30 besar peserta hasil seleksi di level sebelumnya. Alhamdulillah saya termasuk salah satu finalis dari 30 mesar tersebut. pada level ini, para peserta ditantang untuk berbagi segala hal tentang Inovasi Pembelajaran, sekaligus mempromosikan Portal Rumah Belajar Kemdikbud untuk dapat digunakan secara maksimal di lingkungan pendidikan di semua jenjang walaupun masih banyak hal yang perlu dibenahi agar portal rumah belajar menjadi lebih baik dalam menjawab kebutuhan pembelajaran online di sekolah-sekolah. Oh ya, di level 4 ini, para peserta sudah dinobatkan sebagai Sahabat Rumah Belajar
jika dilihat lebih teliti, bulan pelaksanaan kegiatan di setiap level kelihatan bertumpuk tumpuk, sebenarnya kegiatan ini dilaksanakan per gelombang, dimana tiap gelombang nya dilaksanakan hanya dalam 2 minggu pada setiap level.
Pada kegiatan PembaTIK level Berbagi ini, rencananya saya dan teman sesama Sahabat Rumah Belajar dari Kota Baubau akan mulai menghadap ke Kepala Dinas Pendidikan Kota Baubau guna meminta Restu dan Rekomendasi untuk dapat masuk ke sekolah sekolah agar dapat diterima dengan baik guna sosialisasi Portal Rumah Belajar. Selanjutnya, bersama Sahabat Rumah Belajar se Pulau Buton kami akan berkolaborasi untuk sosialisasi lebih banyak lagi ke berbagai tempat di seputaran Kepulauan Buton.
Semoga kegiatan ini tidak menemui banyak masalah serta dimudahkan dalam proses sosialisasi serta dokumentasi nya, karena satu-satunya bukti bahwa kita sudah melaksanakan kegiatan ini adalah Dokumentasi, baik berupa foto, video maupun tulisan, dan akan menjadi bahan penilaian tim juri untuk dipertimbangkan menjadi Duta Rumah Belajar.
sekian tulisan kali ini, sampai jumpa di postingan berikutnya seputar Rumah Belajar Kemdikbud.
sebagai bonus, saya tampilkan video unboxing paket dari Pusdatin yang akan digunakan untuk sosialisasi nantinya.







